Impian telah melemparkan saya pada tidur yang tak lagi lelap
Telah lama saya tinggalkan masa kanak di tanah kelahiran
yang kerap saya rindukan rinai hujan jatuh di atap rumah kami
dimana pada halamannya dulu bapak mengajarkanku
menghafal fatihah dengan permohonan yang parau
lalu setelahnya, bunda akan bercerita tentang bidadari dari negeri nun
yang membuat saya ingin memiliki sayap kemudian terbang kepadanya
Impian kadang membuat saya merasa bersalah menapakkan kaki
Saya ingat lagin nyanyian masa belia
Yang didendangkan bocah-bocah gembala di tengah pematang
Jauh sebelum saya mengenal warna-warni dunia
Jauh sebelum akhirnya kaki ini menapak jua
di padang yang tak pernah terjamah impian manusia
Impian telah mempertemukan saya denganmu kembali
Kamis, 20 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar